
Menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2025, pemerintah Indonesia TRISULA88 telah menegaskan kewajiban vaksinasi polio bagi seluruh jemaah dan petugas haji. Kebijakan ini merupakan respons terhadap peraturan baru dari Pemerintah Arab Saudi yang mulai mewajibkan vaksinasi polio bagi semua pelaku perjalanan dari Indonesia efektif sejak Maret 2025. Sebelumnya, vaksin meningitis sudah menjadi syarat wajib, namun tahun ini vaksin polio juga menjadi persyaratan tambahan yang harus dipenuhi126.
Latar Belakang Kewajiban Vaksin Polio
Kewajiban vaksinasi polio ini diberlakukan karena Arab Saudi menargetkan perlindungan kesehatan bagi para jemaah haji dari negara-negara yang pernah mengalami kasus polio dalam satu tahun terakhir, termasuk Indonesia. Kebijakan ini bertujuan mencegah penyebaran virus polio selama pelaksanaan ibadah haji yang melibatkan jutaan orang dari berbagai negara. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Liliek Marhaendro Susilo, menegaskan bahwa aturan ini diambil untuk melindungi jemaah Indonesia agar tidak menularkan polio kepada jemaah lainnya saat di Arab Saudi145.
Pelaksanaan Vaksinasi Polio
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan vaksin polio jenis Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) yang diberikan dalam satu dosis. Vaksin ini harus disuntikkan paling lambat 2 hingga 4 minggu sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Vaksinasi ini diberikan kepada seluruh jemaah calon haji reguler dan petugas haji secara gratis oleh pemerintah. Sementara itu, jemaah umrah dan jemaah haji khusus diwajibkan melakukan vaksinasi polio secara mandiri1356.
Vaksin IPV ini dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain yang juga diwajibkan, seperti vaksin meningitis meningokokus, influenza, dan COVID-19. Hal ini memudahkan pelaksanaan vaksinasi tanpa harus melakukan kunjungan terpisah ke fasilitas kesehatan157.
Pentingnya Vaksinasi Polio
Poliomyelitis atau polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio yang menyerang sistem saraf. Dalam beberapa kasus, infeksi polio dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian dalam waktu singkat. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk polio, sehingga vaksinasi menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularannya157.
Dengan vaksinasi yang tepat, risiko penyebaran virus polio dapat diminimalisir, khususnya di lingkungan padat seperti saat pelaksanaan ibadah haji. Oleh karena itu, vaksinasi polio tidak hanya melindungi individu yang divaksinasi tetapi juga melindungi komunitas jemaah haji secara keseluruhan dari potensi wabah penyakit14.
Jadwal dan Persiapan Vaksinasi
Jadwal vaksinasi polio telah ditentukan agar vaksin diberikan 2 hingga 4 minggu sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Hal ini untuk memastikan kekebalan tubuh jemaah dan petugas haji sudah terbentuk saat tiba di Tanah Suci. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama terus melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada calon jemaah dan petugas agar vaksinasi ini terlaksana dengan baik dan tepat waktu69.
Pemerintah juga mengingatkan pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji untuk menjaga kesehatan bersama69.
Kesimpulan
Kewajiban vaksinasi polio bagi jemaah dan petugas haji tahun 2025 merupakan langkah strategis untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit menular selama pelaksanaan ibadah haji. Pemerintah Indonesia telah menyediakan vaksin polio gratis bagi jemaah reguler dan petugas haji, sementara jemaah umrah dan haji khusus harus melakukan vaksinasi mandiri.